Tampilkan postingan dengan label Ngakak ala Santri. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ngakak ala Santri. Tampilkan semua postingan

Selasa, 31 Mei 2011

Bertambahnya Tugas Imam

Perkembangan teknologi ini ternyata pengaruhnya besar sekali dalam kehidupan.

"Termasuk agama, sehingga dalam menjalankan solat pun mengalami perubahan," kata seorang santri.

“Tidak bisa, masalah sholat adalah masalah qoth’i, mutlak tidak bisa diijtihadi lagi, tak boleh diubah semodern apapun perkembangan zaman.”

“Tetapi dalam kenyataannya mengalami perubahan sendiri,” tegasnya.

“Ah tidak.. Mana contohnya?? Sholat di mana-mana tetap seperti zaman Nabi”

“Ente tidak tahu, kalau selama ini imam shalat hanya menyarankan kepada jamaah untuk merapatkan dan meluruskan barisan sholat, tetapi sekarang ini tugasnya tambah satu, yaitu menyerukan untuk mematikan HP!!”

???????

Pake Kabel Saja Putus..

Seorang peserta muktamar dalam komisi bahtsul masail diniyah waqiiyah sempat marah-marah karena suaranya terdengar putus-putus saat ia menyampaikan pendapat. Mungkin karena microphonnya rusak. Tapi dia merasa ada yang sengaja menghalanginya berbicara.

"Ini tidak betul ini. Masak giliran saya bicara mic-nya putus-putus begini. Padahal saya kan mau menyampaikan ta'bir (referensi) dari pendapat yang saya kemukakan tadi," katanya.

"Tenang-tenang. Mohon bersabar dulu biar mic-nya dibetulkan sama panitia," kata ketua sidang.

Seorang panitia yang mengetahui hal itu secara cekatan langsung menghampiri muktamirin dan langsung mengganti mic yang dipakai seorang muktamirin tadi dengan mic baru yang lebih bagus, yakni mic tanpa kabel atau memakai wire less. Namun ternyata peserta muktamirin tadi tambah marah.

"Ini mic yang pakai kabel aja putus-putus. Apa lagi yang nggak pakai kabel," katanya.

Doa Masuk Neraka

Suatu ketika Kiai NU bertemu dengan seorang yang tidak percaya kalau do’a yang dikirimkan kepada ahli kubur akan sampai. Maka terjadilah dialog antara Sang Kiai dengan orang tersebut yang diketahui tidak sepaham dengan orang NU.

“Kami tidak percaya akan do’a yang dikirimkan kepada ahli kubur,karena tidak akan sampai pada yang bersangkutan,”ujar orang tersebut kepada Kiai.

“Lho, bacaan itu untuk mendo’akan  orang yang sudah wafat agar terhindar dari siksa kubur. Itu do’a baik,” jelas Kiai.

“Tidak mungkin sampai, pak kyai. Masak orang mati bisa dikirimi do’a, jelas tidak akan bisa sampai,” bantah orang tadi ngotot.

Saking sulitnya orang tersebut mau menerima penjelasan dengan berbagai dalil-dalil yang ada, Kiai NU tersebut akhirnya agak jengkel. Dengan terpaksa ia berkata

“Kalau sampeyan tidak percaya, sekarang orang tua sampeyan saya do’akan semoga mendapat siksa dari Allah SWT dan masuk neraka. Saya mendo’akan gini sampeyan tidak boleh marah lho, karena do’a itu tidak akan sampai,”kata Kiai.

"Eh, jangan begitu pak kyai! Kasihan orang tua saya kalau dido'akan masuk neraka," rengek orang tadi.